Beranda Dishub

BERITA / INFORMASI PUBLIK

media teknologi informasi / komunikasi dan penunjang sistem,smart city,kukar,kutai kartanegara,kaltim,kalimantan timur,indonesia,inovasi,edukasi,berita,update,kejadian,terbaru,terkini,hari ini

Belok Kiri Ikuti Isyarat Lampu Pengatur Lalu Lintas

26 Juli 2021

Belok Kiri Ikuti  Isyarat Lampu Pengatur Lalu Lintas

Pada Persimpangan jalan yang dilengkapi alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri , kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas. Jadi kalau tidak ada rambu tambahan, pengemudi wajib berhenti walaupun berada pada lajur kiri .

Aturan yang berlaku saat ini :

  • Jika tidak ada rambu tambahan , maka pengemudi wajib hukumnya berhenti jika lampu APILL / LAMPU PENGATUR LALU LINTAS menyala berwarna merah.
  • Pengemudi boleh berbelok kiri langsung jika ada rambu tambahan berbunyi ‘Ke Kiri Jalan Terus’.

Dengan demikian rambu yang menyatakan "Ke Kiri Ikuti Lampu" sebenarnya tidak diperlukan lagi, karena otomatis berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 112 ayat 3  semua pengendara pada saat di persimpangan dan  termasuk yang akan belok kiri wajib mengikuti lampu APILL / LAMPU PENGATUR LALU LINTAS.

Dikaitkan dengan ancaman terhadap pelanggaran aturan belok kiri ini sangat berat, yaitu denda uang sebesar maksimal Rp. 500.0000 atau pidana kurungan maksimal 2 bulan penjara. Ketentuan tersebut tertuang pada  Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 287 ayat [2] :

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat [4] huruf [c] dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 [dua] bulan atau denda paling banyak Rp.500.000.00 [lima ratus ribu rupiah]”.

 

LABEL :

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, DINAS PERHUBUNGAN



Komentar (0)
Komentar