Beranda Dishub

BERITA / INFORMASI PUBLIK

media teknologi informasi / komunikasi dan penunjang sistem,smart city,kukar,kutai kartanegara,kaltim,kalimantan timur,indonesia,inovasi,edukasi,berita,update,kejadian,terbaru,terkini,hari ini

Ketentuan Bersepeda Di Jalan Berdasarkan Permenhub Nomor 59 Tahun 2020

02 Desember 2020

Ketentuan Bersepeda Di Jalan Berdasarkan Permenhub Nomor 59 Tahun 2020

Peraturan Menteri Perhubungan dengan nomor PM 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di jalan ini diterbitkan dengan maksud untuk menciptakan tertib lalu lintas dan menjaga keselamatan pengguna kendaraan sepeda di jalan.

Dengan kian maraknya pesepeda berlalu-lintas di jalan raya umum, baik itu  pada hari libur maupun pada hari kerja, maka untuk mencegah serta menimalisir dampak negatifnya, seperti meningkatnya kasus kecelakaan, dan untuk mengantisipasi dampak negatif lainnya maka pemerintah mengeluarkan peraturan-perundangan bagi pesepeda salah satunya dengan terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan dengan nomor PM 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda yang di tanda tangani pada tanggal 14 Agustus 2020 dan di undangkan pada tanggal 25 Agustus 2020.

SYARAT-SYARAT SEPEDA YANG BISA DIGUNAKAN DI JALAN RAYA

Peraturan Menteri Perhubungan RI nomor 59 Tahun 2020 Pasal 2 :

  1. Sepeda yang beroperasi di jalan harus memenuhi persyaratan keselamatan
  2. Perasyaratan keselamatan yang di maksud pada ayat [1] meliputi :
  • Spakbor [dikecualikan untuk sepeda balap, sepeda gunung, dan sepeda lainnya sesuai dengan aturan undang-undang].
  • Bel.
  • Sistem rem.
  • Lampu.
  • Alat pemantul cahaya berwarna merah.
  • Alat pemantul cahaya roda berwarna putih atau kuning.
  • Pedal.

Selain syarat-syarat yang tersebut diatas, sepeda yang digunakan juga wajib atau  sesuai dengan Standar Nasional Indonesia [SNI] , dan untuk pengendara sepeda yang bersepeda pada malam hari, di wajibkan untuk memakai lampu serta menggunakan pakaian atau atribut yang bisa memantulkan cahaya.

LARANGAN BAGI PESEPEDA

Beberapa larangan yang perlu diketahui di antaranya adalah :

  1. Membiarkan sepeda ditarik oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan yang membahayakan keselamatan.
  2. Mengangkut penumpang, kecuali sepeda dilengkapi dengan tempat duduk penumpang di bagian belakang sepeda.
  3. Mengoperasikan perangkat elektronik seluler saat berkendara, kecuali dengan piranti dengar.
  4. Menggunakan payung saat berkendara.
  5. Berkendara dengan berjajar lebih dari dua.

PENGGUNAAN ISYARAT TANGAN

Salah satu yang menjadi point keselamatan saat bersepeda yakni memberi isyarat tangan yang berguna untuk memberi tahu pada pengguna jalan yang lain  agar mereka mengetahui arah bersepeda kita terutama pada saat berbelok, seperti yang tersebut dalam Pemenhub 59 Tahun 2020 Pasal 2 :

  1. Pesepeda yang akan berbelok, berhenti, atau berbalik arah harus memperhatikan situasi lalu lintas di depan,di samping, dan di belakang sepeda serta memberikan tanda berupa isyarat tangan.
  2. Isyarat tangan sebagaimana dimaksud pada ayat [1] berupa:
    • merentangkan lengan kiri menjauhi tubuh hingga setinggi bahu untuk belok kiri;
    • merentangkan lengan kanan menjauhi tubuh hingga setinggi bahu untuk belok kanan;
    • mengangkat salah 1 [satu] tangan di samping atas kepala untuk berhenti; dan/atau.
    • mengayunkan tangan dari belakang ke depan untuk memberikan Jalan bagi pengendara lain.
ketentuan menggunakan sepeda di jalan

Salah satu aspek keselamatan pesepeda pada saat di jalan adalah harus menguasai isyarat tangan yang mana tanda isyrat tangan akan memudahkan pesepeda memberi isyarat pada pengguna jalan yang lain sesuai dengan Permenhub 59 Tahun 2020.

 

 

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Inonesia Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.

LABEL :

BERITA / INFORMASI PUBLIK, KESELAMATAN PESEPEDA DI JALAN



Komentar (0)
Komentar