Beranda Dishub

BERITA / INFORMASI PUBLIK

media teknologi informasi / komunikasi dan penunjang sistem,smart city,kukar,kutai kartanegara,kaltim,kalimantan timur,indonesia,inovasi,edukasi,berita,update,kejadian,terbaru,terkini,hari ini

Dilarang Merusak Sarana Bantu Navigasi Pelayaran dan Fasilitas Alur Pelayaran

21 Januari 2020

Dilarang Merusak Sarana Bantu Navigasi Pelayaran dan Fasilitas Alur Pelayaran

Sarana bantu navigasi pelayaran berfungsi penting untuk memberikan panduan selama pelayaran serta meningkatkan keselamatan dan efiesiensi kenavigasian kapal dan lalu lintas pelayaran.

Perlu diketahui ancaman hukum lumayan berat  dalam Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran , yang mana pada pasal 174 disebutkan , " Setiap orang dilarang merusak atau melakukan tindakan apa pun yang mengakibatkan tidak berfungsinya Sarana Bantu Navigasi Pelayaran [SBNP] serta fasilitas alur pelayaran di laut, sungai, dan danau ".,

Kemudian dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia [PP] Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Kenavigasian , Pasal 48 dijelaskan bahwa tindakan yang dapat mengakibatkan kerusakan dan / atau hambatan fasilitas alur pelayaran diantaranya adalah :

  1. Memasang dan / atau menempatkan sesuatu pada fasilitas alur pelayaran sungai dan danau.
  2. Mengubah fasilitas alur pelayaran sungai dan danau.
  3. Merusak, menghancurkan , atau menimbulkan cacat fasilitas alur pelayaran sungai dan danau
  4. Memindahkan fasilitas alur pelayaran sungai dan danau, dan
  5. Menambatkan kapal pada fasilitas alur pelayaran sungai dan danau.

 

Contoh Pemasangan Rambu Pada Perairan Pedalaman / Sungai / Danau

Contoh Rambu
Pada Perairan Pedalaman / Sungai / Danau

Dilihat pada Pasal 316 Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran bahwa ancaman hukum terhadap orang yang dengan sengaja merusak atau melakukan tindakan yang mengakibatkan tidak berfungsinya Sarana Bantu Navigasi Pelayaran [SBNP] dan Fasilitas Alur Pelayaran dapat dipenjara paling lama 12 tahun atau denda Rp. 1,5 Miliar. Dan kalau akibat dari perbuatannya tersebut mengakibatkan kapal tenggelam , maka ancaman hukumannya bisa mencapai 15 tahun dan / atau denda Rp. 2 Miliar. Bahkan dapat dipenjara seumur hidup atau 20 tahun bila mengakibatkan matinya seseorang.

Mari bersama-sama bertanggung jawab dengan tidak merusak sarana bantu navigasi serta fasilitas pelayaran.

LABEL :

DILARANG MERUSAK SARANA BANTU NAVIGASI PELAYARAN DAN FASILITAS ALUR PELAYARAN , KESELAMATAN TRANSPORTASI, DISHUB KUTAI KARTANEGARA