BERITA / INFORMASI DISHUB

dinas perhubungan kutai kartanegara_menuju smart city smart governmet

Larangan Overdimensi dan Overload Pada Kendaraan Bermotor

04 Maret 2020

Larangan Overdimensi dan Overload Pada Kendaraan Bermotor

Larangan OVERDIMENSION dan OVERLOAD [ODOL] Pada Kendaraan Bermotor

Dampak Negatif yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor Overdimension / Overload [ODOL] :

  • Insfrastruktur jalan cepat rusak [data secara ekonomi menyebutkan , setiap tahun negara rugi Rp 43 triliun akibat harus memperbaiki jalanan yang rusak akibat truk obesitas].
  • Laju kendaraan lain menjadi lambat , karena pengemudi lainnya harus menyesuaikan kecepatan dengan truk besar yang overload / overdimension.
  • Waktu tempuh perjalanan menjadi  lama, boros bahan bakar minyak [BBM] dan polusi udara makin parah.

Dampak Kecelakaan yang di akibatkan Overdimension dan Overload [ODOL]

  • Dampak dari ketidak patuhan dari angkutan truk berupa OVER DIMENSION dan OVERLOAD [ODOL] berpengaruh besar pada tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan dan Pengaruh secara teknis akibat ODOL yang berujung pada insiden fatal pun beragam seperti underspeed , pecah ban , maupun rem blong.
  • Fenomena terjadinya underspeed sendiri bermula dari berat beban angkut kendaraan truk , mempengaruhi performa mesin . akibatnya kendaraan tidak bisa melaju pada batas kecepatan minimum pada ruas jalan , terutama pada kondisi dimana permukaan jalan atau kontur jalan menanjak di beberapa titik. Bahkan angka keterlibatan truk dalam kecelakaan di jalan akibat kecepatan yang rendah ini, menjadi yang paling dominan karena , berdasarkan data Jasa Marga rata-rata tabrak belakang  mencapai 33 persen , karena kendaraan berjalan lambat sehingga ada gap kecepatan dengan kendaraan lain.
  • Dan berdasarkan data Korlantas Polri [Integrated Road Safety Management System / IRSMS] tentang kecelakaan tahun 2018, truk ODOL menjadi salah satu penyumbang terbesar penyebab kecelakaan lalu lintas.
Overload pada kendaraan bermotor

Overload pada kendaraan bermotor

Yang dimaksud dengan OVERLOAD adalah  :

  • Suatu Kondisi Dimana Kendaraan mengangkut Muatan Yang Melebihi Batas Beban Yang Ditetapkan.
Salah satu contoh perubahan tipe kendaraan bermotor

Overdimensi Pada Kendaraan Bermotor

Yang dimaksud dengan OVERDIMENSION adalah  :

  • Suatu Kondisi Dimana Dimensi Pengangkut Kendaraan Tidak Sesuai Dengan Standar Produksi Pabrik [Modifikasi].
Salah satu contoh perubahan tipe kendaraan bermotor

Salah satu contoh perubahan tipe kendaraan bermotor

Sanksi Modifikasi Yang Melanggar Kewajiban Uji Tipe :

  • Setiap orang yang memasukkan kendaraan bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan kedalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi Kendaraan Bermoto ryang  menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe sebagai mana dimaksud dalam Pasal 50 ayat [1] dipidana dengan pidana penjara paling  lama 1 [satu] tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 [dua puluh empat juta ruiah]

[ Pasal 277 Undang-Undang Nomor: 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.]

Modifikasi Diwajibkan Melakukan Uji Tipe :

  • Modifikasi dimensi berupa pemanjangan atau pemendekan landasan [chassis] dengan mengubah jarak sumbu dan konstruksi kendaraan bermotor.
  • Modifikasi mesin menggunakan merek dan tipe yang berbeda.
  • Modifikasi daya angkut tanpa menambah sumbu bagian belakang, mengubah jarak dan material sumbu yang tidak sesuai dengan sumbu aslinya, dan ketidaksesuaian dengan daya dukung jalan yang dilalui.

[Penjelasan Tambahan Huruf [e] Pasal 131 Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan]



TAG :

OVERDIMENSI DAN OVERLOAD, ODOL, BERITA / INFORMASI DISHUB, KESELAMATAN TRANSPORTASI, DISHUB KUTAI KARTANEGARA

SHARE :
Facebook Twitter